Posts

la vie est pleine de petites tristesse

Pa, aku rasa aku mengacaukan semuanya. Aku benar-benar butuh bantuan. Aku sudah terlalu jauh dan bahkan bingung bagaimana cara yang tepat untuk kembali. Aku menghabiskan berjam-jam waktuku begitu saja, tanpa mengerjakan apapun ya berguna. Jarum jam rasanya tidak akan berhentiㅡkecuali jika aku mati. Apakah kalau aku mati, semua masalah akan selesai? Rasanya tidak. Akhir-akhir ini pikiranku semakin seperti sampah.  'Apakah sakit jika membenturkan kepala ke tembok?' 'Apakah sakit jika aku menggoreskan cutter ke tanganku?' 'Gimana sih rasanya melihat darah mengalir di tanganku?' Aku benar-benar tertekan dan yang kulakukan hanyalah terus menjadi sampah. Setiap pertanyaan sampah itu untungnya hingga saat ini masih bisa kujawab sendiri. Sakit. Iya sakit."ㅡbegitu caraku meyakinkan diriku sendiri. Aku masih ingat betul pasca operasi usus buntu, rasanya sangat menyakitkan untuk bergerak, berbaring pun rasanya susah. Jadi, mungkin opsi self-harm samp...

rasanya apa ya sampai aku lupa.

Ketika sudah biasa, Jadi tak terasa. Ketika sudah biasa, Rasanya sama. Kilatan-kilatan kecil itu, Tak lagi ada. Karena sudah biasa. Yang biasa itu, Bisa tak terasa dengan sendirinya. Ibaratnya jika ingin bahagia, Harus tidak biasa, ㅡatau tak terbiasa. ㅡㅡㅡlacuptea.

how love can destroy us inside

"Nduut! Kapan olahraganya? Tuh perut udah mau meledak" "Ihhhh kapan kurusnya sih kamuuu? Jajan terusss!" "Makin lama makin subur makmur deh!" "Ayodong olahragaa, tidur mulu gimana bisa kurus, yang ada malah kaya karung beras!" "Ndut!!!! Kamu tuh yaa, ampun deh--  --Ndut!" Aku menatap kosong ke langit langit. Lihat aku sekarang. Katamu, aku akan kurus jika aku olahraga. Katamu, aku akan kurus jika aku nggak tidur terus. Katamu juga, aku akan kurus jika aku nggak jajan terus. Tapi disini, sekarang , beratku turun lima belas kilo. Aku nggak olahraga. Kerjaanku tidur tiduran natap langit-langit. Aku kunyah semua cemilan ini sampai lantai kamarku dipenuhi oleh plastik pembungkusnya. Air mata mengalir lagi. Aku kurus sekarang. Aku kurus. Kamu harus tau aku kurus, katamu , kalau aku kurus, kamu makin sayang padaku. Tapi kenapa, aku justru ingin gendut lagi? Karena saat aku gendut, justru kamu selalu ada unt...

"Amour c’est donner sans mesure"

Image
Source: Akino (https://www.zerochan.net/full/7259) Pernahkah kalian nonton Beauty and the Beast? Kalian yang udah pernah nonton, pasti ingat kan asal mula Beast dikutuk? Bagi yang belum nonton, jadi begini nih ceritanya: Beast yang awalnya digambarkan sebagai pangeran sempurna tanpa cacat fisik, didatangi oleh sesosok orang tua renta yang jelek. Orang tua tersebut hanya menginginkan perlindungan dari badai, sebagai gantinya, dia menawarkan setangkai mawar. Dengan sombongnya, pangeran itu malah menampik mawar yang ditawarkan kepadanya. Orang tua itu sudah mengingatkan kepada pangeran bahwa jangan pernah tertipu oleh penampilan. Tapi pangeran angkuh tersebut malah tertawa dan mencemooh si orang tua, lalu mengusirnya dari istananya.  BOOM!   Tiba-tiba, orang tua renta itu berubah menjadi sosoknya yang asli sebagai penyihir yang sangat cantik. Penyihir itu pun melihat bahwa tidak ada cinta di hati pangeran. Pangeran berusaha meminta maaf kepada penyi...

baik...atau nggak ya?

Image
Kadang di hidup ini, perbuatan yang kita lakukan nggak bisa difenisikan semudah hitam dan putih. Manusia seringkali hidup di daerah "abu-abu", yang ga dengan mudah dikatakan baik atau nggak baik. Salah benar. Karena kebenaran itu sifatnya relatif. Nah dari situ, muncullah istilah "etika" dan "moral". Menurut Franz Magnis Suseno, Etika adalah kajian tentang moral.   Maksudnya??? Moral itu perlu dikaji karena moral ga bisa diaplikasikan secara universal. How we decide right or wrong . Nah moral sendiri itu adalah nilai atau aturan tentang mana yang baik dan buruk untuk memutuskan suatu perkara. Gitu. Misalnya nih, buat orang Jawa Timur, terutama Surabaya (karena saya orang Surabaya lol), orang yang ngomongnya kasar (dalam artian blak-blakan) dan suaranya keras itu nggak dianggep buruk, malah dianggep akrab gitu. Kalo ngomongnya halus kayak orang Jawa Tengah atau orang Sunda, malah dianggep kayak menjaga jarak atau ada maksud lain gitu. J...

tapi aku juga begitu

"kita itu menunggu untuk ditemukan, padahal ditemukan itu susah" - Pak Wardono

Kembali ke Jaman Edan

Image
Well , tugas TKI kali ini sungguh membuat inner soul -ku bangkit setelah terkubur bertahun-tahun. SEJUJURNYA AKU SUDAH TAU BAND INI (Re:Seringai) DARI SMP (HAHAHAHAHAH) karena aku juga terjerumus masuk ke penikmat band-band cadas (semua ini gara-gara kakakku, hiks). Burgerkill, Gugat, Siksakubur, Seringai...yah gak asing lagi sih namanya bagiku. Tapi sebenernya aku ga terlalu fond of band heavy metal dari Indonesia. Sebatas "pernah denger" aja sih. Aku lebih ke penikmat lagu-lagu cadas dari band luar, kaya: Metallica, System of A Down, Slipknot, Guns & Roses, Avenged Sevenfold, Dream Theather, AC/DC, Scorpions, dan Deep Purple. Duh kan jadi membuka kenangan masa-masa emo yang telah lalu. Nah berhubung eksistensiku sebagai perempuan mulai dipertanyakan (dulu sebelum memutuskan berhijab, aku pernah punya rambut pendek banget dah kaya cowok lah sampe pernah dipanggil mas *sedih*), aku mulai meninggalkan lagu-lagu cadas menjadi lagu-lagu pop akustik barat (jauh bene...

Communi-care, the more we share the more we care

Kalo orang-orang nanya, kenapa sih aku bisa langgeng pacaran bertahun-tahun sampe uzur? Jawabannya simpel, karena komunikasi yang baik , lancar , dan cukup . Terus kenapa kok dua orang yang saling mencintai tiba-tiba hubungannya jadi rusak, suami-istri cerai, negara damai tiba-tiba perang, atau nonton bola tiba-tiba rusuh? Jawabannya simpel juga, bisa jadi karena faktor komunikasi yang buruk , yang rusak , yang kurang , atau yang terprovokasi . Jadi, apasih komunikasi itu? Secara etimologis (ecieee), komunikasi itu asal katanya dari "communicare" (bahasa Latin) yang berarti "to share" .    Iya, share . As simple as sharing feeling towards each other. Berbagi apa yang kita rasakan kepada orang lain, perspektif kita, pemikiran kita. Menyampaikan, mengutarakan, bahasa mudahnya, "ngomong". Gitu. Nah, challenge- nya di sini nih. Ga semua orang itu seperasaan, seperspektif, sepemikiran sama kita. Manusia itu beda tubuh udah beda otak...

Harap...(harap cemas)

Tidaaaaaak, akhirnya menginjakkan kaki ke semester penghujung kuliah. Semester tujuh. Kurang satu semester lagi. Sudah dipanggil "swasta":mahasiswa tingkat akhir, siap atau ga siap. Holy crap. Dan tadi, pukul tiga sore aku duduk di kelas yang ramenya udah kayak pasar baru. Kelas yang kuambil karena wajib (jujur loh hahaha) dan karena kata temen-temen kelasnya asik gitu. Kelas TKI namanya. Bukan Tenaga Kerja Indonesia loh, tapi Teknik Komunikasi Ilmiah. Yang ngajar Pak Wardono, dan baru pertama kali ini aku lihat beliau. Selama ini sering banget denger nama Pak Wardono (soalnya dulu pas TPB pernah jadi dosen wali temen-temenku kalo gasalah), tapi gatau orangnya yang mana hahahah (parah bangeeet, maafkan saya Pak). Oiya kelas TKI ini tugas-tugasnya suka aneh-aneh tapi fun. Aneh-anehnya gimana dah? Misal nih, dulu pernah aku diwawancarain sama temen-temen tentang definisi cinta buat tugas TKI, gara-gara mereka tau aku pacaran udah sampe uzur gitu ...

pikiran pikiran

Pohang; Korea Selatan 25 Juli 2017 02.01 pagi Sampai detik ini aku masih hidup, Syukurlah. Ada banyak hal yang terjadi: Hingga sampai di hari ke 25 bulan Juli, hari yang nggak sepanas biasanya, cukup berawan, bahkan berkabut malamnya saat aku jalan pulang. Tuhan benar benar mendengar apa yang diucapkan oleh hambanya. Bahkan Tuhan dapat membaca pikiran kita; yah tentu saja, kita kan ciptaanNya. Semakin hari semakin terasa begitu. Aku yang seperti lagu doraemon ini; ingin ini ingin itu banyak sekali, Rasanya Tuhan mendengar dan mengabulkan semuanya. Ya, Semuanya. Walaupun tidak di waktu yang kuinginkan, Tapi, Tetap saja terkabul. Entah besok, Besoknya, Besoknya, Besoknya besok, Atau kapan saja. Boleh. Tuhan pasti dengar kok. Jangan khawatir. Aku sudah pengalaman. --lacuptea

Obrolan Tadi Malam

Minggu terakhir ada di sini, Kedua kalinya mimisan. Padahal tadi sempat ngobrol bersama kawan: perihal makna "See you on top!" Ada dua. Pertama, terkandung doa Kedua, terkandung gelisah. Kenapa gelisah? tanyanya Karena kita tidak pernah tahu, Apa yang akan terjadi di masa depan, Bahkan 1 menit kemudian, Atau satu detik kemudian. Bisa jadi, Tiba-tiba meteor jatuh di sini, Siapa tahu? --- Lalu kemudian, sekarang tinggal aku seorang diri di kamar, pukul 1.53 pagi, di kota yang bahkan aku nggak tau dulu ada atau nggak di peta, sedang duduk dengan hidung tersumpal tisu yang mulai memerah merata karena darah Bisa bisanya masih menulis post blog ini (lewat telepon genggam) --- Sekarang aku gelisah.

memang

yang sering kita lupa adalah memperbesar rasa syukur yang akan melapangkan dada kita sering kali kita lupa

"mom, why should i suffer from time to time? i mean, why cant i feel good? why when i feel good, but then theres something bad happened to me? what is my fault?"

one day, i was sitting on my bed, after having a surgery (and still recovering though) i wonder, why should i encounter with so much pain in my life. then my mum came to my room and sitting in the edge of my bed. we just looked each other, deep thoughts, no one started to talk. then i laughed so hard, my mum started to laugh too. i laughed until my visions blurred, i cried. cried so hard. i laughed, and cried, at the same time. i couldnt manage myself to laugh or to cry. and my mum started to pat my head. ... "because God loves you, so He makes you suffer through all this pain, so you know how to be stronger from time to time" i love you, mum really, please dont be sick, please always be happy, happy birthday to you  -lacuptea

v o i d

this is the worst ramadhan in my entire existence. the worst of all, i couldnt agree more. though i still cant compare mine to the people who suffer more ((like syrian refugees)), but still, for me, this is my worst ramadhan month, ever. i am not trying to blame the holy month, it was sacred, as always it is. but not for myself. at some point i turned and started hating myself. i couldnt stop but, well, here i am. i am not hating my physical appearance, i love my body, my looks, but what i hate the most is my cruel mind, my unforgiving thoughts, my denial, my laziness, and all of my bad habits that i keep during this month. wasting every seconds until i realized that i couldnt take it back. idk what i blabbered about just now, i just feel an empty void in this month. like i lost myself, for real. and suddenly today is eid day. i couldnt rewind the time, and i feel so empty inside. -lacuptea

at least we're all survived

Years passed. I've learned a lot of things during that time. People do come and go. First, I ever knew what it feels to lose someone you love. How people can easily come and slip away. How love turned to hatred. And how I barely recognize that I hurt other people's feeling. Till now, I've done much bad things that other people seems never imagined. At some point, I really scared to let people come closer to me, and found that they'll get hurt because of me. I wanna say sorry to them. I shouldn't let them in on the first place, if I found that they'll end up in so much pain in the end. Maybe for my own (and other people) sake in the future, I wont let people get closer to me. I don't wanna trapped in this circle of guilt. I don't wanna start something that I couldn't finish. It was really painful when you see yourself hurt other people feelings. Feeling is a gift from God. It is holy and sacred, and no one deserve to break it. Maybe God created us in...