Posts

Qualm

Rasa cemas itu seperti nggak berujung, jujur saja aku lelah merasakan semua ini. Bila aku mengungkapkannya, akan banyak orang tersakiti. Kadang aku merasa pikiranku itu benar-benar busuk seperti sampah. Seperti ada seseorang yang bermain-main di sana, membisik-bisikkan hal-hal, fantasi, imajinasi, yang tidak kusukai. Aku merasa sangat sesak dan sedih. Bolehkah aku merasa sedih? Harusnya aku cukup tahu diri, aku hanyalah anak tiri. Tidak lebih dari itu. So, what I expected to him? "Jangan berharap kepada manusia, kelak engkau akan kecewa". That's truly right. Bahkan hanya sesederhana itu, mampu membuatku sesedih ini. . . . Lalu, entahlah...aku terus merasa kalau ada hal yang dia sembunyikan dariku. Entah aku hanya fobia atau hanya ketakutan atas trauma yang dulu pernah kuketahui. Frasa semua lelaki sama saja  membuatku semakin cemas. Apakah dia berbohong kepadaku? Apa yang dia sembunyikan dariku? Apakah dia menggoda gadis la...

please teach me how to forgive

from the beginning of my life, I had some people that I hate. . . . . . tapi kadang aku sendiri takut, jika apa yang kubenci ternyata ada pada diriku sendiri. . . . humans are humans ,  so... please teach me how to forgive. lacuptea

I lost myself

Jadi, akhir-akhir ini entah mengapa rasanya aku kehilangan diriku sendiri. Aku jadi sulit mempercayai diriku sendiri, hingga rasanya sesak. Bahkan, aku pun merasa... apa yang kulakukan bukan seperti apa yang ingin kulakukan . Rasanya entah mengapa seperti itu. Lalu, aku juga ingin berhenti. Aku ingin berhenti mengurusi orang lain, entah itu temanku atau keluargaku. Rasanya, sangat-sangat lelah . Aku tidak mau terjebak dalam lingkaran perasaan. Perasaan marah, jengkel, atau apapun itu, aku tak ingin merasakannya. Aku kehilangan diriku yang dulu. Kini ruang perasaanku terisi oleh hal-hal tidak penting yang tidak ingin kurasakan. Aku ingin teriak. Entah sekarang siapa yang bisa kupercaya. Terlalu banyak sandiwara, atau bahkan justru aku sendiri yang terjebak dalam sandiwara ini? Aku nggak tahu siapa yang bisa kupercaya. Di mana diriku yang dulu? Entahlah. Rasanya kepalaku ingin meledak. Kenapa manusia begini, kenapa manusia begitu? Aku terus bertanya-tanya. Semakin aku meng...

Weird Dreams

Akhir-akhir ini aku selalu bermimpi. Tapi mimpi-mimpi itu sangat aneh, hingga aku tak tahu maksudnya apa. Aku pernah membaca di suatu literatur kalau mimpi itu ada tiga jenis: mimpi buruk yang dikarenakan gangguan dari setan, mimpi baik yang datangnya dari Tuhan, atau mimpi karena bawaan pikiran. Dikatakan mimpi buruk, sebenarnya  nggak buruk-buruk amat. Ada sih buruknya, tapi ada baiknya juga. Mimpi yang berasal dari bawaan pikiran? Mungkin. Tapi pikiran itu bahkan tidak pernah terlintas dibenakku. Percampuran ketiganya? Mungkin juga. Tapi mimpi itu terasa sangat jelas dan nyata. Sedikit menakutkan bila membayangkannya terjadi di kehidupanku. Di satu titik ketika aku terbangun, mimpi itu nggak serta merta hilang, malah menimbulkan bekas tanda tanya di hati. Apa Tuhan mencoba memberitahuku sesuatu melalui mimpi-mimpi itu? Tapi apa? Rasanya seperti potongan-potongan puzzle . Hmm...memang tidak akan sesederhana puzzle , bisa jadi lebih rumit kan? Ki...
Apa sebenarnya maksud Evening Primrose pada post sebelumnya? Evening Primrose itu bunga. Bunga cantik berwarna kuning. Kau tau arti kata Evening ? Ya, evening berarti malam... gelap, kelam, hitam . Sedangkan bunga tadi kuning... terang, cerah, ceria. Apakah kau sudah paham sekarang?

Evening Primrose

Sudah lama sekali rasanya terakhir kali aku menulis di sini. Sekarang sudah 2016, semester 4 sudah hampir berakhir. Sebentar lagi aku akan kembali pulang, ke tempat yang lebih kusebut " House " daripada " Home ". Kau tahu? Sangat sulit untuk menyatukan apa yang dari awal sudah berbeda. Terkadang rasa sedih memang diciptakan untuk dirasakan. Ditunjukkan dengan tangisan, atau sekadar dibiarkan sesaknya menguar di dalam dada. Seperti kini yang perlahan mulai mencuat di permukaan. House belum tentu Home . Tapi Home , perasaan nyaman itulah, yang membuat seorang gelandangan pun akan merasakan bahwa langit dan tanah ini adalah batas tempat tinggalnya. lacuptea

Senja Terakhir bersama Ayah

Masih teringat, kakiku berlari-lari kecil ke arah pantai. Menembus angin yang merasuk. Merasakan hangatnya pasir pantai yang licin terkena sapuan ombak. Menikmati senja terakhir itu dengan mata takjub. Senja yang sangat indah, hingga sangat sulit kulukiskan dengan kata-kata. Senja pertama dalam hidupku yang sangat menakjubkan...dan senja terakhir bersama ayahku. Masih terngiang di telingaku, kupanggil-panggil dia. "Ayo! Ayo!" seruku padanya. Aku sangat bersemangat menyongsong senja. Di tempat antah berantah, di tempat yang dari dulu ingin kusinggahi, yang akhinya dia wujudkan untukku. Mungkin akulah gadis kecil terberuntung di dunia, dapat merasakan indahnya senja hari itu. Siluet magis senja selalu dapat menyihirku. Aku ingin memiliki semua keindahan senja, dan dia mempersilakanku untuk memiliki semuanya. "Tidak," katanya. "kau saja yang pergi, lagipula, itu senjamu, bukan?" sambungnya. Aku sangat senang. Aku melompat dan berlari keluar ruangan u...

Biasa Saja

Ada persamaan antara: kau mencoba menyukai sesuatu yang sebenarnya tidak kau sukai   kau mencoba tidak menyukai sesuatu yang sebenarnya kau sukai Perasaan mencoba " biasa saja " sering kali muncul. Terkadang bisa langsung hilang dan cenderung kembali ke perasaan awal, ke pemikiran bahwa sebenarnya aku suka itu dan aku tidak suka itu jika ada memori yang mencuat begitu saja. Yang tersisa hanyalah rasa aneh yang tidak mampu ditafsirkan.  Kau mencoba menyukai sesuatu yang pada dasarnya tidak kau sukai, berarti kau memaafkan dan toleran, lalu memunculkan sesuatu yang indah untuk mendukung perasaan dan pemikiranmu. Sehingga pada akhirnya ' ah, ngga papa, aku suka kok' .  Sedangkan sebaliknya, kalau kau mencoba tidak menyukai sesuatu yang sebenarnya kau suka, hatimu akan memunculkan banyak penyangkalan dan tuduhan, mengeraskan ego dan menampik kenyataan. Menambah-nambahi kesan buruk, sehingga pada akhirnya 'nggak,  aku ngga suka itu' . Suka atau tidak su...

Kaki

kurasa kau tahu aku dapat melihatnya dari sudut matamu senyum tipis bermakna tabir yang tak ingin kau singkap ya, kan? aku benar tanpa basa-basi aku berjalan menjauh lebih jauh dan ketika aku sadar aku tak pernah kemana mana. lacuptea

Kadangkala

pada suatu masa aku berdiri mematung tanpa tahu apa yang ingin kulakukan gores gores itu masih terasa nyata imajiku dipenuhi oleh kumpulan kata kata yang berjalan pincang tersayat tak terselamatkan kupejamkan mataku pada sebuah ingar bingar yang hampir membuat otakku pecah dadaku sesak meledak kali ini untaian kata pincang itu meraba raba dinding mencoba mencari apa yang mampu kuungkapkan tapi nyatanya aku terduduk diam memandangi tetesan tetesan kesedihan yang meluncur pelan membungkam tiap serat pikiran aku tak kuasa dan tak sanggup kiranya aku mampu aku ingin mengenyahkan mereka yang terpincang pincang menari dalam anganku mendatangiku tiap akan kututup kelopak ini sedangkan apa lagi yang ingin kupertanyakan? aku diam membisu melihat semuanya terserah saja terserah kala yang tiba kadang kadang lacuptea

Creep

Ruth memandang keluar jendela. Dia hanya duduk, diam, tanpa memikirkan apapun. Akhir-akhir ini beban di otaknya lebih berat dari yang mampu disangganya. Lehernya terasa sakit, linu. Mata Ruth berkaca-kaca. Akhirnya Ia menarik napas pelan dan berat--merasakan semua udara itu mengalir ke tenggorokannya. Perlahan juga Ia menutup mata. Potongan kolase ingatan itu seakan kembali. Mungkin kali ini lebih parah. Ruth sama sekali tak mau memikirkannya. Pada malam-malam dingin, Ruth hanya mampu terjaga. Buliran air mata itu mengalir pelan. Ruth sudah memaafkannya. Tapi itu tak terlalu penting. Ada kolase lain yang menyakitkan kepalanya. Ruth membuka ponselnya, memainkannya dengan malas. Dengan tangan kiri memegang sebuah fruit bar yang Ia kunyah sekarang, Ruth berjalan dari dapur menuju kamarnya. Di tengah jalan Ruth berhenti. Ia sungguh tahu apa yang dirasakannya. Dan Ruth tahu juga Ia membencinya. Jangan pernah membiarkannya muncul, Ruth. Ruth pun memutar dan kembali ...

Dreamception

Thanks for visiting me today, Pa. Although it was just a dream. Glad to know that you're good there. I love you, Pa. Always. lacuptea

dunia lain itu bernama fantasi

Kali ini aku pengen cerita, apa yang aku alamin kemarin... ya, tepatnya nggak kemarin juga sih, tapi hari Minggu, tanggal 29 Maret 2015. Well , aneh kali ya kalau aku cerita sambil gaya formal, karena aku udah senyam-senyum sendiri aja kalo inget-inget. Sebenernya....HAHAHAHAHAHAHAAHAHAHAHHA!!! OKE DAN AKU SEKARANG LAGI NGETIK INI SAMBIL NGEDENGERIN LAGU UPTOWN FUNK WAHAHAHA!!! YATUHAN INI JAM BERAPAAA?!!  Oke, maafkan kehebohanku. Jadi tuh...aku... demmm , pengen ketawa mulu sih hahah. Aku ikut workshop menggambar portrait . That's it . Dan........itu yang ngadain workshop .......adalah artist idolaku yang tiap dia ngepost karyanya di Instagram aku mesti roll depan, sambil... teriak tanpa suara. Hem, kayanya aku harus kembali ke jalan yang benar, lupakan fangirling -an. Hahah. Aku bikin gaya narasi aja ya, biar enak dibacanya! --- 29th March, 2015 Sulanjana Rd. 36 Hidayat Gallery Tamansari, Bandung City 08.57 a.m. Aku mendongak, celingukan. Men...

been a month

Udah sebulan aja ya? Hahaha bisa aja nggak nulis, rasanya otak ini penuh sama skenario-skenario jahat.  Yaudalah ya, yang penting sekarang bisa dikeluarin.

Tidak Tahu Harus Memulai dari Mana

Berjam-jam, duduk. Menatap, lurus. Sedikit geser, berdiri. Duduk lagi. Mengacak rambut. Menggaruk yang tidak gatal. Menelengkan kepala, berdiri. Menatap lekat. Menyusun kata. Duduk lagi. Mendengus, klik. Shut down. Force Shut Down? Ok. System is shutting down. Resah. lacuptea